THE GREAT: 60 MINUTES OF GREATNESS

July 04, 2020


Huzzah!

I swear, setelah menonton The Great, catchphrase itu bakal terus terngiang di kepala. 
Beberapa waktu lalu, saat saya sedang scroll Twitter tiba-tiba ada tautan artikel soal serial baru yang diproduksi oleh penulis film The Favourite. Karena suka dengan The Favourite, tanpa pikir panjang saya langsung memutukan untuk menonton. 

Saya sejujurnya jarang menonton serial. Drama Korea misalnya, salah satu alasan kenapa saya tak sering mengikuti kecuali aktornya saya suka atau ceritanya benar-benar membuat penasaran, ya karena durasinya yang panjang. Jadi, ketika melihat durasi satu episode The Great sampai 60 menit, saya agak jiper. Namun, karena penasaran dan saya biasanya menikmati cerita yang berangkat dari sejarah,  ketakutan itu saya kalahkan. Heroik sekali.

Beruntung ternyata intuisi saya untuk tidak menghiraukan durasi itu berujung manis. Di episode pertama saya langsung menemukan bentuk-bentuk komedi The Favourite bertebaran. Pun, saya merasa serial ini menjadi ajang reuni dengan Nicholas Hoult yang menjadi peran utama The Great di samping Elle Fanning. Dulu, saya menonton Nicholas Hoult jaman dia belum puber di About a Boy. Kemudian saya melihat bocah itu jadi remaja yang sangat percaya diri dan tukang bully di Skins. Sampai sekarang Skins versi UK salah satu drama serial terbaik yang saya tonton. 

Sembari menikmati keindahan sinematik The Great yang sangat memanjakan mata, menonton aksi Hoult memerankan tsar Rusia mengingatkan saya tentang kompleksitas karakter Tony yang dimaninkan Hoult di Skins. Dan ini menurut saya yang menjadi daya tarik dari The Great.

Di awal-awal episode saya gemas dengan Nicholas Hoult yang ofensif, egosentris, dan menggunakan kekuasaannya dengan semena-mena. Sedangkan Elle Fanning --berperan menjadi Catherine, tokoh sentral di The Great, digambarkan sebagai orang yang naif. Namun, serial ini memberikan kesempatan pada kedua karakter ini untuk memperlihatkan sisi-sisi lainnya. Kompleksitas karakter membuat The Great tidak mempunyai tokoh antagonis dan protagonis yang hitam-putih. Hal ini yang membuat saya sampai menangis di dua episode terakhir. The Great berhasil menumbuhkan empati dan pemahaman tentang mengapa karakter Peter yang diperankan Hoult terlihat menyebalkan. Serial ini juga memberikan ruang bagi karakter Catherine untuk berkembang dari gadis naif menjadi sosok pemimpin yang cerdas.

Durasi 60 menit menurut saya menjadi faktor yang membuat serial The Great sangat padat. Kompleksitas karakternya sangat menarik, jalan cerita yang membuat saya selalu penasaran di setiap akhir episode, dan saya sangat sangat sangat suka dengan episode terakhirnya. Wow. Just wow.

You Might Also Like

0 COMMENTS