FIVE MOST PLAYED SONGS ON MY PLAYLIST

Beberapa bulan terakhir ini saya adalah fakir wifi. Padahal, biasanya kalau pergi ke tempat-tempat nongkrong dengan teman, saya nggak terlalu memusingkan masalah wifi atau sinyal operator yang jelek. Teman-teman di inner circle saya hampir semuanya punya kesadaran jika hangout, maka acara utamanya adalah saling tukar cerita atau berdiskusi satu sama lain, bukannya asik sendiri dengan smartphone. Walaupun kadang kalau bahan diskusi sudah habis (read: gosip-gosip terhangat sudah selesai dibagi dan dikupas secara menyeluruh), kami bakal sejenak mencari topik di dunia maya. Tapi nanti akhirnya kembali mengobrol juga.

Jadi, kenapa akhir-akhir ini saya mengutuk tempat nongkrong yang mengiming-imingi wifi gratis tapi koneksinya luar biasa minta ditempeleng? Karena saya sekarang langganan salah satu aplikasi berbayar yang bisa download lagu sepuasnya itu. Lagu lama, lagu Bahasa Prancis, saya download semuanya. Itu kenapa saya jadi suka uring-uringan kalau kebetulan dapat tempat yang koneksi internetnya bikin naik darah. Sambil ngobrol, saya juga download lagu-lagu untuk bisa didengar secara offline. Begitu lah. Sekarang playlist saya beragam, tak monoton itu-itu saja.

Sebagai penulis yang juga berusaha untuk dapat uang dari royalti penjualan, saya berusaha menghargai karya orang lain dengan membeli hasil karya yang asli. Sangat berusaha. Makanya saya nggak suka download yang ilegal. Alasan lainnya karena selama ini saya malas mencari website yang menyediakan sistem download satu album dalam format rar. Malas kalau harus search satu persatu. Ya, kecuali satu website itu yang menyediakan surga suara merdu oppa oppa yang saya gemari.

Oke, jadi seperti judul tulisannya, kali ini saya akan membagikan lima lagu yang paling sering diputar akhir-akhir ini. Nggak begitu penting sih, tapi demi kedisplinan untuk menulis satu minggu satu artikel, mau bagaimana lagi?



Saya pertama kali mendengar lagu ini di salah satu serial televisi. Saya lupa antara Sex & The City atau Glee. Dan makin suka ketika melihat film yang dibintangi oleh Amanda Seyfried itu. Judulnya sudah lupa, pokoknya selama film mereka nyanyi-nyanyi lagu ABBA.

Lagu ini emang jadul, tapi nggak pernah mengecewakan untuk bikin badan goyang. Enak banget, sumpah. Saya sampai bayangin suatu hari bikin party dan lagu ini jadi salah satu background music-nya. LOL, diantara Zedd dan Calvin Harris, saya malah memilih ABBA buat party. Kelihatan banget kalau belum pernah party beneran. 

Hampir setiap hari saya dengar lagu ini. Waktu bersih-bersih kamar, keramas, atau pas lagi nulis, enak banget buat didengerin.



Saat masih duduk di sekolah dasar, mobil saya playlist-nya dipenuhi oleh lagu-lagu milik band kakak-beradik dari Irlandia ini. Jadi sampai sekarang saya emang suka banget sama The Corrs. Semua lagunya enak didengar, musiknya cocok di telinga saya.

Dan lagu favorit saya akhir-akhir ini adalah One Night. It maybe sounds really weird, tapi entah kenapa setiap dengar lagu ini, fantasi yang terbentuk dalam otak saya seperti ini: dua orang yang tadinya memendam rasa memutuskan untuk bercinta. Kemudian diiringi oleh musik yang mengalun dari lagu ini, mereka menanggalkan pakaian masing-masing satu persatu. Pelan. Tidak terburu-buru oleh nafsu. Latar belakangnya kamar apartemen studio yang hangat dengan bata-batanya yang terekspos, interiornya kental dengan nuansa industrial. Malamnya belum terlalu pekat, masih ada semburat matahari sedikit. 

Kalau bahasa jeleknya sih, maghrib-maghrib bercinta.

Weird, wild, and dirty. I know. Biru banget emang otak saya ini. Padahal sih lagunya romantis.



Lagu satu ini punya banyak versi dan sangat terkenal. Yang nonton How I met Your Mother pasti tahu. Atau yang sedang belajar Bahasa Prancis, La Vie En Rose ini seperti lagu nasional. Liriknya gampang dicerna dan dihafal. 

Yang terkenal versi Edith Piaf, tapi saya lebih suka yang versi Trio Esperanca karena lebih ngepop dan cocok aja dengan telinga saya.

Lagu ini adalah lagu wajib bagi saya ketika sedang emosi. It soothes me very quickly, I don't know why. Rasanya jadi lebih relaks, tenang, walupun di kepala sebenarnya masih banyak pikiran.



Seluruh album The Fame milik Lady Gaga itu saya hafal nadanya. Bukan karena saya penggemar setianya, tapi karena dulu waktu SMA saya suka numpang main tap-tap apa ya namanya di iPod touch teman saya yang bertema Lady Gaga. Hampir setiap istirahat saya bisa main. Dan FYI, iPod teman saya itu berasa milik bersama saking seringnya dipinjam teman-teman kelas lain hanya untuk main game yang mengingatkan saya pada Guitar Hero itu.

Nadanya sudah hafal, tapi saya baru punya kesempatan menikmati seluruh album Lady Gaga ini sekarang. Dan saya jatuh cinta sama lagu ini. Sejujurnya sih satu album saya suka, tapi yang satu ini bikin saya mendapat inspirasi untuk proyek menulis selanjutnya.



Karena saya langganan TV berbayar, akses untuk lagu-lagu barat di televisi terpenuhi oleh salah satu channel yang setiap pagi disetel untuk mengiringi kesibukan pagi di rumah. Charlie Puth bukan nama asing bagi saya. Lagu See You Again-nya dengan Wiz Khalifa itu bisa sehari diputar sampai enam kali saat sedang baru-barunya. Download album inipun sebenarnya karena rekomendasi teman. Saya tadinya ogah-ogahna karena sudah bosan dengar satu lagu itu di televisi. Tapi ya mumpung wifi di kafe tempat saya main itu kencang dan gratis, saya manfaatkan saja.

Sepulangnya dari kafe dengan stok lagu yang super banyak sampai internal storage tercekik, saya nggak langsung mutar album ini,. Baru beberapa minggu lalu saya akhirnya iseng dengerin. Dan ternyata, saya suka. Lagu-lagu di album Charlie Puth ini semuanya enak didengar, enak buat dibuat jadi background music pas nulis atau nyantai-nyatai. Suaranya empuk banget si Mas Charlie ini. 

One Call Away adalah favorit saya dan merupakan track pertama di albumnya. Nggak tahu kenapa saya suka aja dengan liriknya, musiknya, Bisa engage gitu dengan si lagu ini. Jadi ya, saya sering putar sampai sekarang. 



Oke, jadi berdasar lima lagu tersebut bisa dibilang saya ini seleranya mainstream. Nanti lah saya buat lagi tulisan tentang musik yang akhir-akhir ini lagi suka saya dengerin juga. Musiknya seperti yang diputar di film-film 500 Days of Summer dan The Perks of Being Wallflower itu. Di lain kesempatan, saya juga akan tulis tentang playlist kalau lagi nulis. Lumayan juga selama dua minggu ke depan setidaknya saya punya ide untuk nulis di blog. Walaupun nggak penting-penting amat.

No comments:

Post a Comment