00:00 DETAILS - STORY FROM THE FRENCH GUY


Saya bertemu dengan Nic di sebuah festival film Perancis yang diadakan beberapa bulan yang lalu. Sepulang kuliah saya langsung ngadem di kafe bioskop sambil menunggu film diputar dan seorang teman yang janjinya akan menemani saya menonton film. Disitulah saya bertemu dengan sosoknya yang tak terlalu tinggi dengan tubuh ramping dan kaki yang terlihat panjang. Hal yang pertama membuat saya jatuh hati adalah bibirnya yang tipis kemerahan, kemudian warna matanya yang biru. Paket lengkap sekali untuk membuat saya yang tadinya fokus pada timeline Instagram sambil menyesap es cappuccino yang saya pesan jadi menaruh perhatian pada laki-laki yang beberapa menit kemudian sibuk beribcara lewat telepon entah dengan siapa.

Tahu namanya saja karena laki-laki itu berkata, "it's Nic," pada awal pembicaraannya di telepon. Hingga saat ini saya tidak pernah bertemu lagi dan kenal secara personal dengan Nic. Tapi selama satu jam saya duduk di meja tepat di sebelahnya, banyak cerita tentang kehidupan Nic yang saya dengar.

Sebelumnya, maafkan saya karena sudah curi dengar. Saya nggak bisa tahan untuk tidak mengagumi aksen kental Perancis-nya ketika berbicara Bahasa Inggris. Dan tentunya topik bahasan menarik yang diceritakan dengan pelan, dalam Bahasa Inggris, tapi untungnya saya tetap bisa dengar.

Jelas saya tidak akan beberkan semua cerita yang berhasil saya dengar itu disini. Nggak enak aja. Kali si Nic-Nic itu punya teman orang Indonesia yang kebetulan membaca blog saya kemudian memberitahukan dirinya lalu saya dituntut karena penyebaran nama baik? Terlalu banyak resiko.

Yang bisa saya katakan adalah, satu jam saya mencuri dengar, saya akhirnya dapat membuat karakter Nicolas Xavier Moreau di buku 00.00. Lengkap dengan latar belakang cerita pribadinya. Dan tentu saja deskripsi fisiknyapun saya buat sama--walaupun ada sedikit imajinasi tentu saja.

Satu jam mencuri dengar, saya merasa sedang menjadi teman curhat bagi Nic. Cerita yang ia beberkan sangat jelas, rinci, dan penuh dengan selipan kalimat, "I know I'm stupid." Rasanya saat itu saya ingin pindah ke tempat duduk di depannya dan mengatakan, "you're far from stupid, Handsome." Tapi apa daya teman saya keburu datang dan kamipun masuk ke dalam studio. Ahelah, bilang aja nggak punya nyali, Li.

Jika suatu hari nanti saya bertemu dengan Nic lagi, saya ingin interview dia dengan cara yang benar. Mengubah konten yang ada disini dengan isi percakapan kami seputar hidupnya selama ini. Saya tahu jika itu terdengar mustahil, tapi who knows gitu tiba-tiba saya ketemu dia di Perancis? Dengar dia cerita ke saya memakai Bahasa Perancis dengan r-nya yang seksi itu?

Oh iya, kenapa saya bisa yakin kalau si Nic ini merupakan orang Perancis? Karena saat di studio dia duduk sederet dengan saya dan mengobrol dengan temannya yang sesama orang Prancis. Anggap saja lah dia orang Perancis. Paling tidak fasih berbahasa Perancis.

2 comments:

  1. Kapan ya di Probolinggo ketemu cowok prancis macam Nic yang Mbak Li temui ini? Hehehe, ngarep dikit nggak apa-apa, kan? Sebenernya aku penasaran kenapa orang prancis punya R yg unik xD

    ReplyDelete
  2. Jadi ini berdasarkan tokoh nyata?? Wah, makin penasaran. Mungkin bersama Nic aku bisa mempraktekkan ilmu Bahasa Perancis-ku jaman SMA. Je m'appelle Heni. :D

    ReplyDelete