00:00 PROJECT - MAKING MEMORIES WITH THE LOVE OF MY LIFE


Di usia saya yang tak lagi remaja, tapi tak bisa juga dibilang dewasa, saya menyadari satu hal, bahwa kebersamaan dengan orang tua itu penting. Saya habiskan waktu remaja saya dengan rebelling, membuat kedua orang tua saya kayaknya agak menyesal karena punya anak super bandel seperti saya. Saya lebih menomorsatukan teman daripada keluarga. Saya lebih senang pergi dengan teman-teman karena menurut saya orang tua tak lagi asik diajak mengobrol—bukan karena tak nyambung, tapi pada akhirnya akan ada konflik di setiap akhir obrolan kami.

Saya memberikan satu pertanyaan pada Mbak Rizky Mirgawati—yang ternyata merupakan seorang ibu muda dari seorang putra yang beberapa hari lalu baru saja berulang tahun, happy birthday! Satu pertanyaan yang jawabannya membuat saya sedikit bisa membayangkan bagaimana perasaan orang tua saya yang kini sudah tak lagi muda dengan anak-anak yang sudah beranjak mandiri.

Pertanyaan saya sederhana, kurang lebih bunyinya seperti ini:
Jika hanya punya waktu hingga pukul 00:00 dengan orang tersayang, apa yang akan Anda lakukan?
Dan dari pertanyaan tersebut muncul jawaban yang sederhana, jujur, dan well, I must say, it touches my heart. Swear to God.

Jika hanya punya satu kesempatan menghabiskan waktu dengan orang tersayang, aku akan memilih menghabiskan waktuku bersama suami dan anakku tersayang. Aku bakal memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk bisa bersama-sama karena selama ini aku dan suami lebih banyak menghabiskan waktu di luar selama weekdays. Berangkat pagi baru tiba di rumah paling cepat jam lima sore. Satu hari itu aku akan gunakan sebagai quality time bersama keluarga kecilku dan yang pasti no gadget.

Paragraf awal itu dilanjutkan dengan deskripsi hari yang sempurna bagi Mbak Rizky. Hari sempurna yang diisi dengan aktivitas-aktivitas keluarga yang lumrah terjadi di setiap keluarga. Tapi kelumrahan itu justru yang membuat saya berpikir bahwa hal sesederhana sarapan bersama, bersepeda keliling komplek pada pagi hari, jalan-jalan ke mall, merupakan hal yang berharga dilakukan bersama keluarga. Hal yang tidak fancy namun akan sangat menyenangkan untuk dimiliki jika nanti saya sudah jauh dari orang tua. 
Kemudian kami akan menutup hari kami dengan tidur berpelukan bertiga :) Karena mungkin ketika putraku dewasa, aku akan sangat merindukan saat-saat bisa memeluk dan menciumnya seperti saat masih kecil.
Sebagai anak yang sebentar lagi akan mandiri dan berdiri sendiri tanpa orang tua, kalimat penutup yang Mbak Rizky tuliskan tersebut mengingatkan saya untuk tidak gengsi menunjukkan kasih sayang pada orang tua. Tidak malu untuk menunjukkan pada orang bahwa saya sayang dengan orang tua saya. Dan yang terpenting, mengingatkan saya untuk bersyukur karena saya punya orang tua yang penuh kasih sayang dan menjadikan saya prioritas nomor satu seperti bagaimana Mbak Rizky memperlakukan anaknya.

6 comments:

  1. Aku bgt tuh, gengsinya trlalu besar untuk menunjukan kalo aku sayang sama kedua orang tuaku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sih, Mbak. Masih suka gengsi-gengsi juga saya.
      Anyway, thank you for dropping by & leave a comment.

      Delete
  2. Ternyataaa... yang dapet giliran pertama jawab pertanyaan dari Kak Ardelia adalah Mba Ky ya...^^

    Eh tapi emang bener banget loh! Dulu nih pas aku juga masih remaja, bahkan sampe kuliah pun aku termasuk rebel juga sama orang tuaku... padahal mereka tuh udah baik banget sama aku, tapi entah kenapa malah akunya ngelunjak. Mungkin memang masa remaja adalah masa2 pencarian jati diri ya, jadi seolah nda peduli sama lingkungan sekitar. ~.~" Duh! Kalau inget ini jadi ngerasa durhaka banget!

    Dannn... emang loh ya! Sejak jadi orang tua (yup! sekarang aku sudah jadi emak2 dgn 2 anak! ^^) baru deh berasa betapa jadi orang tua itu amat tidak mudah! Kebayang gak sih, anak yang sejak kecil udah kita jaga, rawat dan didik dengan penuh kasih sayang, eh... gedenya malah ngelawan dan lebih milih kongkow sama temen2nya ketimbang sama kita orang tuanya... Huhuhu... (eh malah jadi curhat!)

    Dan iya... kalau aku diberi pertanyaan yang sama, pasti jawabanku juga gak akan jauh beda sama Mba Ky. Aku akan lebih memilih menghabiskan waktu terakhirku bersama-sama suami dan anak-anakku, melakukan hal-hal sederhana namun fun! Jauh dari gadget dan rutinitas lain yang mungkin selama ini sudah membuat kami sibuk dalam dunia kami masing-masing.

    Akhir kata, semoga Kak Ardelia dapat lebih menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada keluarga terutama orag tuamu ya. Selagi Tuhan masih memberi kita umur panjang. Karena sesal kemudian tidak akan ada artinya...

    Cheers,

    Kitty

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah nggak usah pakai Kak manggilnya, Ardelia saja. Saya masih piyik begini.
      Amin, Mbak Kitty.
      Anyway, thanks for dropping a comment.

      Delete
  3. Wah, thanks Ardelia. Jujur pas baca pertanyaanmu, hanya momen bersama suami dan anak yang terpikirkan. Aku pun pernah menjadi seorang anak, dan sekarang menjadi orangtua. Aku bisa membayangkan sekarang mungkin inilah rasanya ya ketika nanti kita akan merindukan saat-saat kebersamaan bersama anak sebelum dia memutuskan pergi dan punya kehidupannya sendiri. Jadi, jangan sungkan tunjukkan perasaanmu kepada orang-orang tersayang.

    Makasih Ardelia, sukses ya :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Rizky sama-sama. Tulisan di 00:00 Project ini malah kebanyakan jadi wake up call buat saya, termasuk jawaban Mbak Rizky ini.
      Sama-sama Mbak Rizky, saya yang terimakasih karena mbak sudah mau direpotkan. Sukses juga buat Mbak Rizky, salam buat keluarga yang ada di rumah.

      Delete