00:00 PROJECT - CATCHING UP WITH AN OLD FRIEND


Jawaban dari pertanyaan: 
Jika hanya punya waktu hingga pukul 00:00 dengan orang tersayang, apa yang Anda akan lakukan? 
milik Mbak Nana ini mengingatkan saya jika seseorang dari masa lalu yang menyakitkan itu suatu hari muncul kembali, mungkin mereka layak untuk diberi kesempatan kedua. Setidaknya untuk duduk, mengobrol dengan satu cangkir minuman.
Aku pengin ngabisin waktu sama 1 sahabatku zaman kuliah. Kita sering jalan, nyobain tempat makan baru, belanja bareng di Mangga Dua sampe kaki gempor. Nggak cuma waktu have fun aja, kami juga sama-sama ngerjain skripsi bareng di perpus kampus, deg-degan bareng nunggu jadwal sidang dan pas mau dipanggil sidang di depan ruangan dosen. Walaupun dengan latar belakang kami yang bertolak belakang, secara fisikpun dia nggak ada sama-samanya denganku, tapi somehow kami bisa get along tanpa ada masalah berarti.


Suatu hari dia pacaran sama cowok cinta pertamanya yang ‘sederajat’ sama dia. Karena keluarganya cukup kaya, si cowok ini punya lifestyle yang 180 derajat berbeda dari aku. Dan dari situlah muncul masalah. Cowoknya ini nggak suka dengan keseharian temanku yang suka makan di warteg (bareng aku), beli baju di Mangga Dua (bareng aku) dan hal-hal sederhana lain yang biasa kami lakukan. Dan yang waktu itu menurutku menyebalkan adalah temenku selalu menurut apa kata cowoknya. Bahkan hal terkecil seperti wangi parfum saja cowoknya merasa harus mengatur dan temanku itu nurut aja.
Sampai akhirnya aku marah dan bilang kalau nggak mau berteman lagi dengan dia. Waktu itu sih sebenarnya aku lebih merasa terbuang dan kalah ya, ketimbang bener-bener marah ke dia. Tapi sejak saat itu, temenku itu nggak mau lagi ngomong sama aku.
Saya nggak perlu minta Mbak Nana kirimkan sepatunya untuk bisa merasakan hal yang Mbak Nana ceritakan. Dulu waktu SD saya bersekolah di tempat elit. Tapi saya hanyalah Cha Eun Sang yang sekolah di Empire High School—maaf kalau salah ya—yang sayangnya sampai sekarang belum pernah ketemu Kim Tan. Teman-teman saya bercerita tentang liburannya di luar negeri, saya pun tak kalah ingin cerita liburan saya keliling dunia—bakat mengarang cerita memang sudah saya pupuk sejak SD. Big ball of insecurities, that’s my alias everyone. Dan yah, nggak jarang sih saya dapat masalah karena ini. Oke harus diakui, saya sering dapat masalah pertemanan karena rasa insecure saya waktu jaman SD-SMP dulu.
Sekarang mereka sudah menikah, punya anak dan dia juga hidup bahagia menjadi ibu rumah tangga. Aku turut bahagia, pastinya. Tapi sebenarnya kalau ada kesempatan buat ngobrol dan memperbaiki hubunganku dengan dia, aku pengin banget. Kalau ada waktu di mana kami bisa bertemu dan ngobrol sampai tengah malam, mungkin itu yang akan aku lakukan.
Membuat tulisan untuk 00:00 Project bagian Mbak Nana ini membuat saya berandai-andai jika jika suatu hari nanti, entah bagaimana tulisan ini akan dibaca oleh teman Mbak Nana kemudian mereka bisa mengobrol dan hang out seperti sedia kala. How cool is that? 

1 comment:

  1. A friend in need is a friend indeed...

    Seseorang yang bener2 tidak meninggalkanmu disaat dunia sedang meninggalkanmu seorang diri... itulah sahabat sejati yang harus terus kamu hargai. Agak sayang sih ya kalau karena suatu hal maka persahabatan yang sejatinya sejati itu malah jadi merenggang. Tapi percaya saja... sama seperti halnya cinta, persahabatan akan menemukan jalannya sendiri untuk terus mempertahankan tali silaturami yang pernah terjalin. Dan jika hal tersebut terjadi, jangan pernah lagi melepasnya...

    ReplyDelete