00:00 PROJECT - THE APPLE OF MY EYE


Talking about family, sometimes I forget to feel grateful for having a little sister. Mungkin karena kami sama-sama keras jadi sering selisih pendapat, adu mulut sampai salah satu nangis-nangis, sebal sampai kadang diam-diaman selama beberapa hari. Tapi membaca jawaban Mas Yovano atas pertanyaan saya yang diklaim ‘perlu mikir-mikir’ itu, saya jadi tahu bahwa saya terlalu take for granted atas kehadiran saudara perempuan yang well, jika kami sedang akur sebenarnya cukup asik untuk diajak beraktivitas bersama.
Jika hanya punya satu kesempatan menghabiskan waktu dengan orang tersayang hingga tengah malam, saya akan memilih menghabiskannya dengan Ibu dan adik. Akan saya gunakan kesemp​​atan itu untuk sekadar duduk bersama, barangkali sambil menikmati masakan buatan Ibu yang selalu berhasil membuat saya bahagia.
Sebenarnya saya cukup terkejut dengan jawaban Mas Yovano yang memilih adik laki-lakinya sebagai orang yang ingin diajak menghabiskan waktu bersama. Saya sih masih sempat mikir untuk menghabiskan waktu dengan orang tua, tapi adik? Sedikitpun nggak. Perbedaan latar belakang dan cerita hidup masing-masing memang berperan besar pada pilihan objek yang akan dipilih. But still, I’m very surprised to his answer. His brother is indeed a lucky one for having such a lovely sibling. Adik saya yang perlu banyak-banyak sabar punya kakak perempuan yang galak, suka ngatur-ngatur dan suka ngintip chat seperti saya ini.
Saya juga akan ungkapkan betapa saya mencintai Ibu dan adik laki-laki saya satu-satunya itu—dalam kehidupan sehari-hari, saya memang tak pernah mengatakan secara langsung bahwa saya menyayangi mereka, terutama kepada adik saya. Dan, saya akan memohon maaf kepada dua orang kesayangan itu, atas segala perbuatan dan perkataan saya yang secara sadar atau tidak, telah melukai perasaan mereka.
Jadi yah, mungkin setelah ini saya harus terima kasih sama Tuhan karena diberikan saudara lebih kecil yang bisa disuruh beli bubble tea dekat rumah dan nggak ngadu kalau saya diam-diam makan Indomie saat orang tua saya nggak di rumah. Cerita dari Mas Yovano ini menampar saya untuk jadi kakak yang lebih apa ya istilahnya, ngemong—itu kata orang Jawa. So yeah, maybe I should’ve been nicer to her.

2 comments:

  1. Hmm.. saya jg pny 2 ade, laki2 semua. Sering beda pandangan & berantem, gegara saya mungkin terlalu bawel (cowo kan gak suka dibawelin.. xixixi) tapi, mereka enak qo diajak jalan. Bisa jadi ojek merangkap bodyguard. Haaha...eitz, ditambah lagi. Berhubung badan ade saya pada lbh tinggi daripada saya, sering disangka mas pacal.lumayanlah jd kamuflase kalo jomlo. wkwkw

    ReplyDelete
  2. Hubungan sama sodara kandung pas kecil boleh ajah sering ribut dan berantem, tapi biasanya justru pas gede, jadi otomatis deket dan saling bergantung satu sama lain...

    Ini juga yang kurasakan dengan kedua adik laki-lakiku (yess... I am the only girl in my family, aside from my mom of course). Kalau dulu adik2ku yang sering banget minta tolong ini itu sama aku dan bahkan sampe biaya kuliah pun aku yang bayarin, belakangan malah mereka yang sering nraktir ini itu, meski seringnya sih emang buat nraktir anak2ku. Tapi kuanggap sebagai balasan perhatian dari mereka :)

    ReplyDelete