THE END OF 2015

Sebenarnya saya nggak tahu mau nulis apa. Yang saya tahu, tugas saya banyak dan proyek menulis saya menunggu. Well, jika Tuhan menghendaki, tulisan saya ini nantinya bakal diterbitkan oleh Grasindo di bulan Maret. Doakan semoga saya bisa melewati deadline sebulan untuk merampungkan naskah ini dengan sangat baik dan memuaskan, ya.

Di akhir tahun ini saya ingin menyempatkan untuk bersyukur pada Tuhan. Jika banyak tulisan saya yang berisi tentang mengeluh, untuk kali ini saya ingin menghaturkan terima kasih pada Tuhan atas semua rejeki, pengalaman baik, pengalaman buruk, keputusan sempurna, keputusan gila, dan apapun yang saya lakukan di tahun ini.

2015 tahun yang cukup spesial bagi saya. Alasan pertama tentu saja karena tahun merupakan tahun pertama saya mempunyai kepala dua. Saya bersyukur karena Tuhan masih memberikan saya kesempatan untuk hidup dan berjuang. Kedua, saya menemukan diri saya. Mungkin bagi beberapa orang introvert atau extrovert itu bukan masalah besar, tapi bagi saya, menemukan diri saya sebagai seorang introvert itu benar-benar mempengaruhi cara pandang saya terhadap hidup. Ketiga, saya masih betah kuliah. Well, this is a big deal. Saya akhirnya tahu tujuan apa yang ingin saya raih.


Saya nggak bisa hidup tanpa tujuan atau planning. Bahkan plan yang sudah saya tentukan sekarang saja masih belum cukup untuk membungkam keinginan curhat ke teman-teman saya dengan tema, "Aku besok mau jadi apa, ya?"

Keempat, karena di penghujung tahun ini saya bertemu dengan seorang laki-laki yang saya labeli crush. Mau dia suka sama saya balik atau nggak, mau sudah menikah atau belum, bagi saya laki-laki ini merupakan rezeki dari Tuhan. Karena dia merupakan orang dibalik tokoh dalam buku yang sedang saya kerjakan.

Kelima, karena walaupun di tahun ini banyak sekali kesulitan, saya masih bisa survive dan stay positive agar bisa mendapatkan bright side.

Sebenarnya banyak hal yang saya sukuri di tahun ini. Banyak sekali, bahkan masalah-masalah yang menimpa sayapun adalah hal yang patut disyukuri bagi kehidupan saya sekarang. Mungkin saya terdengar munafik karena mensyukuri masalah yang ada di hidup saya, but well, I like to connect the dots and I don't believe black and white in life. If you know what I mean.

Untuk menutup postingan ini, saya punya poin keenam yang harus saya syukuri.

Bertemunya saya pada geng Friends dan Joey Tribbiani.

No comments:

Post a Comment