PRAY FOR PARIS

Maybe because recently I have a crush on someone from France and also learning French for the past few years, I felt really sorry for what happened in Paris yesterday night. Harus saya akui, saya bukan tipikal orang yang gampang 'merasakan apa yang mereka rasakan' seperti sebagian orang lainnya. Biasanya saya hanya sekedar update berita saja lewat aplikasi portal berita di smarphone, nggak sampai benar-benar membuat tulisan seperti ini atau mengawasi perkembangan di lapangan lewat akses internet.

Kalau belum tahu apa yang sedang terjadi di Paris kemarin malam--well, yang nggak mungkin terjadi kecuali kalian tinggal di pedalaman or someplace where there's no internet, saya punya dua video amateur footage yang satu diambil salah satu saksi mata diluar Stade de France saat ada bom meledak. Video kedua adalah video yang memperlihatkan kengerian saat terjadi penembakan di Bataclan Concert Hall.
Di video kedua ada beberapa gambar dead bodies, yang merasa tidak nyaman mungkin bisa skip langsung baca tulisan saja.






Serangakain kejadian terorisme di Paris ini telah diklaim ISIS sebagai bagian dari aktivitas laknat mereka. Well, dengan munculnya ini, publikpun mulai mengeluarkan berbagai pernyataan di sosial media.

Termasuk di Indonesia.
Dan di laman home LINE saya.

Ada postingan yang cukup banyak di share dan mendapat likes dari beberapa pihak. Dan dari beberapa postingan itu, postingan di atas adalah hal yang paling membuat saya gregetan.

Cukup satu pertanyaan saja untuk orang yang berpendapat seperti ini.

Mereka tidak setuju dengan terorisme, tapi dengan postingan ini, apakah mereka sadar bahwa dengan kalimat-kalimat tersebut secara tidak langsung mereka menyetujui apa yang dilakukan teroris berkedok jihad tersebut?

Coba deh, ditelaah kembali. Saya tidak menampik bahwa apa yang ada di media sekarang memang memojokkan umat muslim di seluruh dunia, tapi kita juga tidak bisa menutup mata pada apa yang terjadi di Paris. Kedua-duanya tidak bisa dianggap sebelah mata.

Postingan diatas seakan menunjukkan kepintaran mereka, tapi secara tidak sadar mereka sebenarnya juga terbodohi oleh media. Mereka membiarkan diri mereka merasa dipojokkan dengan pemberitaan tersebut.

Maaf saya yang bodoh ini harus membodohi orang lain. Semoga tulisan ini bisa sedikit menumbuhkan empati kita terhadap masyarakat yang ada di Paris dan memandang tragedi ini dari kaca mata kemanusiaan.

#prayforParis

No comments:

Post a Comment