December 31, 2014

LOST: SEARCHING THE BEST VERSION OF ME

Malam ini adalah malam terakhir di tahun 2014, nggak terasa banget tahun sudah akan berganti lagi. Ditemani hujan yang mengguyur Jogjakarta sejak tadi pagi dan sebelum saya mengungkapkan apa yang saya inginkan di tahun 2015, saya ingin berbagi tentang hidup saya selama tahun ini. Hal apa yang terjadi dan apa yang saya pelajari.

Selama tahun 2014 ini banyak hal yang terjadi. Bukan hal-hal yang bersifat membanggakan, malah sebaliknya, saya (tadinya) memutuskan untuk keluar dari kampus. Tidak lagi menjadi mahasiswi sebuah universitas negeri yang katanya dimimpikan hampir seluruh orang itu. Saya punya beberapa alasan waktu itu. Kampus yang begini begitu, temannya yang ini itu, hal-hal yang sekarang membuat saya merasa bodoh karena sudah melontarkan alasan tersebut ketika ditanya, "kamu memang kenapa nggak kuliah lagi?" Setelah mengambil keputusan itu dan mengaku pada orang tua saya bertanya-tanya pada diri saya, benarkah alasan itu yang membuat saya keluar? Karena sejujurnya saya nggak begitu yakin juga dengan diri saya pada saat itu.

Butuh waktu lama bagi saya untuk memproses itu semua. Bahkan sampai akhirnya saya kembali lagi di dunia perkuliahan, saya nggak juga menemukan apa yang membuat saya harus kuliah? Ijazah? Hanya sebatas itukah?

Saya memang bukan orang radikal yang ingin mengubah sistem. Tapi untuk perjalanan hidup saya, saya nggak ingin sistem mengubah saya menjadi robot. Sistem yang sekarang mengatakan bahwa saya harus kuliah, kemudian bekerja, setelah itu menikah dan kalau bisa semua itu tercapai sebelum umur tiga puluh, saya nggak mau seperti itu. Saya nggak ingin fokus hidup saya adalah hanya bereproduksi. Menghasilkan keturunan agar ada yang menyambung nama keluarga, ada yang merawat saya ketika sudah tua. Pikiran saya jauh dari sana. Bahkan kalau saya boleh bilang, tidak menikah menjadi opsi dalam hidup saya. Tidak menikah ya, bukan tidak kawin.

Butuh satu tahun ini hingga saya akhirnya mengerti apa yang saya akan lakukan di hidup saya. Bagaimana saya akn menjalani kehidupan ini. Apa yang akan membuat saya bergairah selain laki-laki tampan, tinggi dan berbadan skinny. Butuh satu tahun untuk saya jujur pada diri sendiri bahwa saya bukan orang yang sok mengatakan bahwa uang tidak penting. Mungkin ini terdengar mengerikan, tapi saya terobsesi dengan mempunyai uang banyak untuk memenuhi kebutuhan saya sendiri dan membahagiakan orang disekitar saya. Tentu saja untuk membuahkan uang yang seperti saya mau saya harus bekerja di bidang yang saya sukai.

Aneh ya saya sudah menentukan saya harus bekerja di bidang yang saya sukai.
Tapi begitulah, itu namanya mimpi. Dan selama tahun 2014 ini saya nggak punya mimpi. And I know how fucked up my life would be without dreams. Without goals. Makanya saya memutuskan untuk tidak takut lagi bermimpi.

Intinya, di tahun 2014 ini, bahkan sejak 2013 kemarin saya kehilangan arah. Kehilangan diri. Merembet pada hal-hal jelek yang terjadi dalam hidup saya. Yang saya benci. Yang saya khawatirkan bakal membuat hidup saya kedepannya akan sulit.

Tapi ternyata ada hal yang bersembunyi. Yaitu mimpi dan kejujuran. Dua hal itu penting bagi hidup saya. Sangat. Karena sebelum saya jujur pada diri sendiri, perasaan saya nggak seperti ini. Dan saat saya tidak punya lagi mimpi saya benar-benar kehilangan arah, membuahkan keputusan yang tidak dipikirkan secara matang dan merugikan. Saya tahu sekarang kenapa saya butuh kuliah karena ada hal yang sedang saya kejar. Begitulah.

If I can sum up everything that happened in 2014, I will, tapi tahun 2014 ini begitu kompleks. Begitu menguras pikiran dan perasaan.Tapi saya bersyukur karena saya tahu bahwa saya cuma harus menghabiskan satu tahun untuk mencari versi diri yang mana yang akan saya tunjukkan, Karena banyak orang yang harus menghabiskan beberapa tahun dalam hidupnya untuk mencari hal yang ingin dilakukan dalam hidupnya. Tuhan baik sama saya walaupun absen harian saya bolongnya lebih parah daripada absen kuliah semester tiga saya.

Tunggu saya versi 2015 ya. Semoga hasil pencarian ini valid bukan karena saya sok menganalisa dan sok mengambil hal positif saja. Selamat tahun baru. Semoga tahun 2015 ini membawa banyak rejeki dan mengindahkan segala keinginan kita. Semoga versi terbaik saya memang muncul di tahun ini. Maaf ya, saya membuat bosan malam tahun baru.

-AK-

No comments:

Post a Comment